Di Madrid, Courtois Kadang Diejek soal Kekalahan Atletico di Final Liga Champions

Final Liga Champions Brussels – Thibaut Courtois bicara masalah pekan-pekan pertamanya di Real Madrid. Rekan-rekan setimnya rupanya masih tetap senang mengungkit kekalahan Atletico Madrid di final Liga Champions.

Courtois sempat menjadi sisi Atletico pada 2011-2014. Musim 2013/2014, Courtois bersama dengan Atletico melawan Madrid di final Liga Champions.

Courtois bersama dengan Atletico mesti senang menjadi runner-up. Mereka kalah 1-4 dari Madrid melalui set waktu perpanjangan.

Ayo gabung dan Daftar kan Diri anda di agen togel aman dan terpercaya

Sekarang Courtois telah menjadi sisi dari Madrid sesudah gabung pada musim panas ini. Penjaga gawang asal Belgia itu menceritakan jika rekan-rekan setimnya masih tetap senang menggodanya masalah final itu.

“Terkadang mereka membuat lelucon masalah kekalahan saya bersama dengan Atletico dari Madrid di final Liga Champions,” tutur Courtois pada VTM seperti dikutip AS.

Baca Juga : 5 Transfer Besar yang Segera Terealisasi, Nomor 1 Libatkan Madrid

Walau situasi di ruangan ubah menyenangkan, Courtois menyebutkan jika scuad Madrid miliki daya saing yang tinggi.

“Mereka ialah sekumpulan pemain yang begitu bersaing serta mereka ingin selalu menang,” kata Courtois.

“Hari-hari pertama di club saya mendatangi semua tempat, mulai tes medis sampai perjumpaan sah. Waktu itu Anda mengerti begitu besarnya club ini,” paparnya.

5 Transfer Besar yang Segera Terealisasi, Nomor 1 Libatkan Madrid

transfer musim panas 2018 akan selekasnya ditutup dengarkan waktu dimulainya liga. Walau demikian, tidak menutup peluang jika akan ada transfer besar yang terjadi pada saat transfer terkahir bursa.

Hal tersebut diindikasikan ada beberapa pemain besar yang belumlah mengalihkan klub, walau marak dirumorkan akan pergi dari timnya sekarang ini. Tersebut lima transfer besar yang selekasnya terealisasi

1. Jerome Boateng ke PSG dari Bayern Munich

Jerome Boateng sudah jadi salah satu pemain penting Bayern Munich semenjak kehadirannya pada 2011 dari Manchester City. Namun, pada saat ini pemain mungkin 30 tahun itu ingin mencari hambatan baru dengan beralih klub. agen judi bola aman dan terpercaya.

Gayung juga bersambut dimana Paris Saint-Germain (PSG) diberitakan tertarik untuk menghadirkan pemain yang berpaspor Jerman itu untuk meningkatkan kualitas di belakang pada musim depan. Kepergian Boateng dari Bayern akan beresiko positif hingga proses peremajaan tim bimbingan Niko Kovac itu bisa berjalan lebih cepat.

2. Alex Sandro ke Man United dari Juventus

Alex Sandro bisa menjadi pembelian yang pas buat Manchester United untuk meningkatkan kemampuan di posisi belakang. Kedatangan pemain bekerja 27 tahun itu akan membuat bagian kiri cadangan Man United lebih kukuh sebaliknya saat Ashley Young tempati tempat itu.

Seperti yang dilakukan bagian kiri dari Man United memang kekurangan figur fullback berkualitas, oleh privasi Young yang berposisi asli menjadi winger. Walau demikian, Sandro bisa menjadi jalan keluar dari masalah itu pada musim depan.

3. Gelandang Bertahan untuk Man City

Manchester City sudah membatasi pemain targetnya yang berposisi menjadi gelandang bertahan. Ambillah contoh, Jorginho yang memilih Chelsea dan Fred yang lebih memilih berpindah ke bagian Man United.

Menilik pada keadaan posisi tengah Man City yang sudah kehilangan Yaya Toure jadi diperlukan penambahan kemampuan di posisi tengah. Oleh karenanya, Man City diduga akan mencari pemain baru pada tempat itu serta beberapa pemain yang dihubungkan dengan team bimbingan Pep Guaridola itu adalah Mario Lemina (Southampton), Marco Kovacic (Real Madrid) serta Miralem Pjanic (Juventus).

4. Luka Modric ke Inter Milan

Selepas kepergian Cristiano Ronaldo ke Juventus nampaknya Real Madrid mempunyai peluang untuk kehilangan satu pemain lagi yaitu Luka Modric. Dalam sekian waktu paling akhir, Inter Milan diberitakan tengah buka negosiasi untuk mendaratkan Modric ke Giuseppe Meazza.

Belumlah ada perubahan selanjutnya dari kepindahan Modric sampai sekarang ini, tapi menilik pada kegiatan Inter di bursa transfer sekarang ini nampaknya itu bukan rumor semata-mata. Karena, Inter memang tengah bangun kemampuan baru di skuadnya musim depan dengan menghadirkan beberapa pemain seperti Stefan De Virj, Kwadwo Asamoah, Radja Nainggolan, Matteo Politano serta Sime Vrsaljko.

5. Eden Hazard serta Thibaut Courtois ke Real Madrid

Dua pemain Chelsea yaitu Eden Hazard serta Thibaut Courtois nampaknya cuma tinggal menanti waktu saja untuk geser ke Liga Spanyol untuk bermain dengan Madrid. Hazard serta Courtois memang jadi pemain yang sangat dicari Madrid di bursa transfer sekarang ini.

Baca Juga : Lebaran Sudah Lewat, Jerman Kok Baru Pulang Kampung?

Bahaya yang dibutuhkan Madrid untuk menukar peran Ronaldo yang pindah ke Juventus. Selain itu, Courtois ingin jadikan penjaga gawang utama Madrid untuk menggeser tempat dari Keylor Navas yang diinggaptinggi juga baik performnya.

Lebaran Sudah Lewat, Jerman Kok Baru Pulang Kampung?

Judul ini, sebenarnya, mempunyai tujuan dua hal. Pertama, insult untuk pengagum tim nasional Jerman di Indonesia serta ke-2, rayakan robohnya hegemoni ‘penguasa’.

Sesudah keruntuhan ‘rezim’ Spanyol serta sepak bola artistiknya di Brasil 2014, Jerman nampak ke permukaan dengan sepak bola efisien nan systemik yang mengagumkan. Tidak cuma merusak Brasil dengan score mencolok, 1-7, namun juga memenangkan Piala Dunia ke-4 mereka dengan penuh style : membantai tuan rumah serta mematahkan hati Lionel Messi di final.

Lebaran Sudah Lewat, Jerman Kok Baru Pulang Kampung?

Sesudahnya, hegemoni Jerman berlanjut. Benar, mereka sedikit berantakan di Piala Eropa 2016 saat mesti takluk atas tuan rumah Prancis di semi final. Namun saat itu, peristiwa itu cuma dikira kiamat kecil belaka. Jerman bereaksi dengan sangatlah baik di Piala Konfederasi 2017 saat memenangkan turnamen antar-konfederasi itu dengan pemain lapis ke-2 serta ke-3 mereka. Julian Draxler serta kolega memenangkan Piala Konfederasi dengan memberikan keyakinan tanpa ada pilar terpenting mereka tiga th. lalu di Brasil.

Aura juara itu menguar kuat. Media bikin daftar tiga bahkan juga empat lapis starting XI Jerman yang diperkirakan bakal menguasai dunia serta Eropa dalam tiga hingga empat th. ke depan. Serta project besar itu diawali di Piala Dunia 2018 ini.

Namun, kita lalu tahu, Jerman berantakan sekali lagi di Rusia untuk ke-2 kalinya sesudah Perang Dunia II. 2 x kekalahan (satu kekalahan bahkan juga hadir dari Korea Selatan!) serta cuma satu kemenangan yang sulit payah atas Swedia, tidak cukup membawa Der Panzer untuk sebatas lolos dari fase group, suatu hal yg tidak sempat sekali lagi mereka alami mulai sejak 1938, berlangsung sekali lagi di 2018!

Lalu, dua minggu sesudah Lebaran, mengapa Jerman baru pulang kampung saat ini?

Ketidakadilan pada Marc-Andre ter Stegen
Baik, kita setujui saja : Manuel Neuer memanglah cyborg. Namun, itu dahulu, empat th. kemarin. Sesudah cedera retak kaki yang menderanya mulai sejak November 2017, kita semua paham, Neuer tak sempat mempunyai fisik yang siap untuk jadi cyborg seperti yang kita ketahui di Brasil 2014 kemarin.

Neuer sedikit bermain selama musim 2017/2018. Benar, ia pulih pas waktu saat sebelum Piala Dunia 2018, namun berikan jatah penjaga gawang paling utama untuk penjaga gawang yang bahkan juga tak mencicipi musim dengan melalui 15 kompetisi bersama dengan klubnya yaitu perjudian yg tidak logis serta tersebut dosa pertama Joachim Löw.

Selepas Piala Dunia 2014, umum Jerman yakin lantaran scuad juara dunia itu tetap menaruh beberapa nama seperti ter Stegen sampai Bernd Leno, yang bahkan juga tak dibawa ke Brasil. Di Piala Eropa 2016 serta Piala Konfederasi 2017, Leno serta ter Stegen rasakan atmosfer turnamen serta telah disiapkan untuk panggung yang semakin besar : Piala Dunia 2018.

Di 2017/2018 lalu, ter Stegen tampak sangatlah sempurna bersama dengan Barcelona. Mulai sejak kepindahan Claudio Bravo ke Manchester City dua musim kemarin, penjaga gawang kelahiran Mönchengladbach jadi pilihan nomer satu yang tidak tergantikan di Catalan. Barcelona, bersama dengan Bayern München serta Real Madrid, yaitu tiga club paling baik Eropa saat ini serta menyegel status nomer satu di tim seperti Barcelona cuma untuk diacuhkan di tim nasional yaitu hal yg tidak logis. Tidak pedulikan ter Stegen untuk satu tempat paling utama untuk Neuer di Piala Dunia 2018 yaitu dosa pertama sekaligus juga yang terbesar dari Löw.

Dari tiga pertandingan di Rusia, Neuer tak sekalinya mencatat clean sheet, kebobolan empat gol, serta aib terbesarnya yaitu waktu dibobol Korea Selatan serta Son Heung-min lewat cara yang paling bikin malu : ke gawang kosong yang telah jauh sekali ia tinggalkan.

Baca Juga : Stadion Yekateringburg Piala Dunia 2018

Pemain senior yang banyak tingkah
Gosip friksi pada The Bavarians dengan beberapa Bling-bling gang di tim nasional Jerman telah diangkat sebagian media seperti Bild serta Guardian sekian hari saat sebelum sepak mula Piala Dunia 2018. Hal semacam ini makin kuat berembus saat nama Leroy Sane dicoret dari scuad lantaran ‘resistensi’ dari pemain senior Jerman seperti Manuel Neuer serta Thomas Müller, sampai ribut-ribut pada Joshua Kimmich serta Antonio Rüdiger di session latihan paling akhir Jerman saat sebelum Piala Dunia.

Namun, tema besarnya bukanlah di situ, tetapi tingkah sebagian pemain senior Jerman saat saat ini yg tidak berlaku seperti generasi Phillip Lahm serta Bastian Schweinsteiger yang demikian karismatik serta dihormati. Di scuad 2014 bahkan juga tetap ada dua profil senior yang popular seperti Miroslav Klose serta Lukas Podolski, yang walaupun anak dari imigran Alurndia, kenyataannya demikian dihormati oleh scuad saat itu hingga tim empat th. lalu tambah lebih solid serta kompak.

Manuel Neuer, sang kapten paling utama, yang semestinya tak wajar pergi ke Rusia lantaran kebugarannya, tak bikin semuanya jadi tambah baik untuk skuatnya. Tak ada figur menonjol yang karismatik dari pemain-pemain yang dibawa ke Rusia th. ini. Pemain-pemain Jerman demikian hebat dengan tehnik serta kwalitas bermain, namun tidak sempat mempunyai aura pemimpin yang menguar kuat untuk menjadikan satu tim laiknya Lahm atau Schweinsteiger, bahkan juga Klose atau Podolski sekalinya.

Strategi Jerman usang, template, serta gampang ditebak
Tentang strategi ini tetap dapat diperdebatkan lantaran Oscar Washington Tabarez, yang telah 12 th. bersama dengan tim nasional Uruguay, kenyataannya tetap dapat tampilkan permainan kolektif serta spartan dari Uruguay dengan mengintegrasikan figur muda seperti Rodrigo Bentancur serta Jose Gimenez, dengan senior-senior seperti Luis Suarez, Edinson Cavani, serta Diego Godin di Piala Dunia 2018.

Namun Jerman, bukanlah Uruguay, serta jelas, Tabarez, sang El Pakar, tidaklah Joachim Löw. Löw juga telah mengatasi Jerman selepas Piala Dunia 2006 saat ia tetap jadi asisten Jürgen Klinsmann saat itu. Yang berarti, di rentang waktu yang sama, Löw memakan waktu di tim nasional dengan periode yang sama dengan Tabarez di Uruguay.

Namun permasalahannya, tak ada pembaruan strategi untuk Jerman bahkan juga selepas kegagalan di Piala Eropa 2016. Löw belum mengerti potensi dahsyat Timo Werner yang dapat menyerang bagian half space lawan, atau bagaimanakah cara membuat perlindungan Toni Kroos untuk progresi bola yang lebih enak serta nyaman, juga aman dari serangan balik lawan. Pertandingan melawan Meksiko yaitu contoh riil. Sami Khedira bukanlah gelandang yang dapat dihandalkan sekali lagi untuk jadi tandem Kroos. Positioning Khedira serta awareness yang ia punyai telah jauh menyusut di banding empat th. kemarin.

Werner, si wonderkid itu, tetap saja dipaksa jadi penyerang tunggal sendirian dimuka saat meladeni Korea Selatan, walaupun pertandingan kontra Swedia telah tunjukkan pada Löw kalau pemuda punya RB Leipzig ini mempunyai potensi untuk jadi penyerang yang beresiko apabila menyisir dari sayap serta menyiapkan figur finishher di kotak penalti untuk mengoptimalkan potensi besar pemuda ini.

Thomas Müller serta Mesut Özil yang barusan melakukan musim tidak cukup nyaman dengan Bayern München serta Arsenal, sebetulnya telah tidak cukup wajar jadi pemain paling utama mengingat tetap ada nama Marco Reus, Leon Goretzka (yang bercahaya jelas di Piala Konfederasi 2017), Julian Brandt, sampai Sane, yang bahkan juga mesti ditinggal didalam rumah.

Bila argumen Leroy Sane tidak dibawa murni keperluan strategial Löw, kita semua paham lalu kalau strategi Löw memanglah kurang baik untuk mengakomodasi Jerman masa baru dengan deretan bakat mudanya, lantaran kenyataannya Jerman mesti pulang kampung lebih awal dari Rusia bahkan juga dengan predikat bikin malu : juru kunci Group F dibawah Korea Selatan.

***

Tak ada yang butuh ditangisi berlebihan untuk pengagum Jerman di Indonesia lantaran Der Panzer memanglah sebusuk itu. Argentina bermain busuk, juga Spanyol serta Portugal, but, hey, mereka bertiga berada di perdelapan-final. Ini bukanlah permasalahan siapa yang patut serta tak patut lolos, namun masalah simpel : dapat ataulah tidak dapat lolos dari fase group?

Di banding menangisi debut Jerman yang singkat, cobalah mengerti hal semacam ini : Edy Rahmayadi sangatlah besar probabilitasnya untuk memenangkan Pilgub Sumatera Utara serta ada besar kemungkinan beliau bakal rangkap jabatan jadi gubernur serta Ketua Umum PSSI. Ingin meratapi Jerman yang tidak berhasil lolos dengan tragis atau Pak Edy yang mungkin saja bakal rangkap jabatan, juicet pick your worst nightmare, rekan-rekan.

Stadion Yekaterinburg Piala Dunia 2018

Stadion Yekaterinburg atau yang dapat dimaksud Ekaterinburg Arena yaitu Stadion serba manfaat yang terdapat di Yekaterinburg Rusia yang mempunyai kemampuan sampai 35. 000 orang. Ekaterinburg Arena sendiri adalah satu diantara 12 Stadion yang bakal dipakai untuk tempat kompetisi Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia.

Pada awal mulanya Stadion itu telah di bangun mulai sejak th. 1957, tempat itu sempat juga mengadakan sebagian arena pertandingan olah raga serta hiburan. termasuk juga kejuaraan nasional Uni Soviet, di th. 1962, 1966, 1974, serta yang 1976.

Di th. 2004, Stadion itu jadi suatu perusahaan yang bernama JSC “Central Stadium”.

Setelah itu di th. 2006 hingga 2011, mereka merenovasi bertaraf besar sampai selanjutnya tempat ini juga di lebih kemampuannya sampai 35. 000 pemirsa manfaat mengadakan Piala Dunia FIFA 2018.
Bukan sekedar ini saja, Ekaterinburg Arena juga mempunyai tiga type tempat duduk, dua salah satunya yaitu spesial beberapa orang cacat serta spesial suporter club.

Baca Juga : Barcelona Tanpa Neymar Lebih Kuat

Pada bln. November 2010, Stadion itu sudah lakukan pengembangan susunan yang dari material beton, salah satunya ada penyusunan rumput, pengaspalan lapangan parkir, serta penyelesaian rekonstuksi pada pagar luar stadion. Uniknya tempat duduk di Arena itu di buat menjorok keluar.

Stadion Yekaterinburg Piala Dunia 2018

Stadion Yekaterinburg Piala Dunia 2018

Argumen kenapa di buat menambahkan kemampuan pemirsa karena ada ketentuan yang diputuskan oleh FIFA, yaitu minimum 35. 000 kursi untuk pemirsa dalam mengadakan Piala Dunia. Walau demikian beritanya tempat duduk penambahan yang barusan di bangun judi bola ini bakal dihilangkan saat Piala Dunia 2018 selesai, yang berarti kemampuan stadion itu juga bakal menyusut jadi 23. 000 tempat duduk.

Barcelona Tanpa Neymar Lebih Kuat

Kepergian pemain Neymar asal Brazil dari tim Barcelona malah makin menguatkan tim Barcelona pada musim panas ini. Pemain Lionel Messi asal Argentina juga mengakui bersukur atas kepergian Neymar dari tim Barcelona.

Barcelona Tanpa Neymar Lebih Kuat

Menurut pemain Barcelona asal Argentina Lionel Messi Keberadaaan Neymar pada saat ada di Barcelona serta sesudah kepergiannya dari Barcelona tidak sama, hal semacam ini menunjukkan keadaan tim Barcelona makin kuat serta lebih stabil sesudah kepergian Neymar serta jadi seperti dahulu sebelumnya Neymar ada di Barcelona.

Beberapa orang yang memprediksikan bila kehilangan penyerang asal Brazil Neymar itu jadi juga akan buat tim Barcelona makin tersungkur serta lemah atas kemenangan mereka karna pemain Neymar juga jadi satu diantara sumber kemampuan paling utama dalam tim mereka di sebagian musim mendatang nanti.

Lain dengan pelatih Barcelona Ernesto Valverde yang begitu tampak baik serta tidak terasa cemas juga akan kepergian pemain Neymar dari timnya, demikian pula dengan Lionel Messi yang setuju sama juga dengan pelatihnya kalau tim Barcelona juga akan tampak dipertandingan lebih kuat serta kuat daripada ada Neymar.

Baca Juga : Sergio Ramos Rilis Single Lagu RAP

“Walaupun kepergiannya mengakibatkan penyerang kami menyusut walau demikian tim kami jadi jadi tambah baik serta lebih konsentrasi dan bisa memerhatikan pertahanan kami dan mesti melakukan perbaikan style main kami semuanya kurun waktu bermain di lapangan nanti, ” tutur Lionel Messi pada media.

Untuk nantinya dalam kompetisi Liga Champions tim Barcelona juga akan bertemu melawan dengan adanya banyak tim yang telah memenangkan dari Liga Primer Inggris seperti Manchester City, Chelsea serta Paris Saint-Germain.

“Saat ini mereka yaitu tim yang terkuat didunia terlebih tim Manchester City, walau demikian tim beda seperti Bayern Munich serta Real Madrid banyak juga pengalaman serta begitu baik didalam kompetisi. Namun tim Barcelona yang saat ini juga sangatlah kuat serta saat ini kami juga makin kuat dalam pertahanan, ”ujar pemain Lionel Messi.

Sumber : http://jaringbet.co

Sergio Ramos Rilis Single Musik Rap

Bintang club Liga Spanyol Real Madrid, Sergio Ramos, saat ini tengah dalam keadaan ketertarikan karna juga akan selekasnya melaunching single musik rap karyanya sendiri. Meskipun demikian, dianya bukanlah yang pertama kerjakan hal tersebut.

Sergio Ramos Rilis Single Musik Rap

Pemain bek club Liga Spanyol Real Madrid, Sergio Ramos, waktu berlaga memanglah di kenal jagoan serta sering buat takut beberapa lawannya. Namun, Ramos nyatanya juga tekuni dunia bernyanyi. Bukanlah sekedar hanya hoby belaka, kapten Real Madrid ini bahkan juga juga akan selekasnya melaunching single musik rap karyanya.

Sosok pemain Timnas Spanyol itu sudah menginformasikan bila dianya siap launching komposisi kiprah rapnya. Judul single Sergio Ramos sendiri bertopik “SR4”, yang pasti adalah singkatan dari nama serta nomor punggungnya sendiri.

Baca Juga : Tanpa Christiano Ronaldo, Real Madrid Masih Terlalu Kuat

Peristiwa cocok, pengumuman ini di sampaikan cuma kurang dari tendangan mendekati final Liga Champions Real Madrid melawan Liverpool di Kiev, Ukraina. Lumrah bila Sergio Ramos demikian ketertarikan dengan single musik rapnya.

Dengan bangga lewat sosial media Instagram, Sergio Ramos memberikan indikasi bila juga akan terdapat beberapa yang bisa ia berika jadi seseorang biduan. Tidak ada kemelut, dianya bahkan juga yakin bila lagunya juga akan banyak disenangi kebanyakan orang yang mendengarkannya.

“Rumah saya, sebagian rekan saya, terdapat beberapa keajaiban, serta ya berikut akhirnya. Hidup saya yaitu sekali lagi, serta banyak syair yang masih tetap ditulis untuk setelah itu, ” tutur Sergio Ramos dengan bangga lewat Reuters.

Seperti telah disinggung, hal semacam ini bukanlah yang pertama kalinya. Beberapa pesepak bola miliki histori panjang dalam berupaya terjun ke dunia musik. Ronaldinho (eks Barcelona), pemain internasional AS Clint Dempsey, pemain internasional Brasil Neymar, serta bekas gelandang Real Madrid Royston Drenthe sempat juga terjun ke dunia musik.

Timnas Inggris terlebih dulu miliki lagu yang masuk dalam daftar lagu terpopuler yaitu “Back Home, ” yang menjangkau posisi satu pada 1970 serta “World in Motion” sempat juga kuasai daftar lagu mendekati Piala Dunia 1990 yang lalu. Lalu, apakah usaha Sergio Ramos akan berhasil?

Sumber : http://jalatogel.net/promotion.php

Tanpa Cristiano Ronaldo, Real Madrid Masih Terlalu Kuat buat Leganes

Real Madrid menang 2-1 atas Leganes pada pertandingan minggu ke-35 La Liga musim 2017-18 di Santiago Bernabeu, Sabtu (28/4/2018). Kemenangan itu dicapai Los Blancos tanpa ada pertolongan Cristiano Ronaldo.

Bermain dihadapan pendukung sendiri, Real Madrid segera menghimpit pertahanan Leganes. Gareth Bale serta Karim Benzema ubahan nyaris cetak gol.

Tanpa Cristiano Ronaldo, Real Madrid Masih Terlalu Kuat buat Leganes

Bale buka kelebihan saat kompetisi baru jalan delapan menit. Memakai bola muntah hasil sepakan Benzema, Bale cetak gol dengan kaki kirinya.

Ketinggalan satu gol buat Leganes terlecut. Nabil El Zhar serta kawan-kawan ubahan menggemput gawang Real Madrid yang dikawal Kiko Casilla.

Walau demikian, ketentuan itu malah jadi bumerang untuk scuad bimbingan Clarence Seedorf. Mereka malah mesti memungut bola dari gawang sendiri mendekati jeda.

Borja Mayoral jadi pencetak gol ke-2 tim tuan ruma. Bola sepakan kaki kanan Mayoral tidak dapat diantisipasi dengan baik oleh penjaga gawang Leganes, Pichu Cuellar.

Leganes mengecilkan ketertinggalan waktu kompetisi masuk menit ke-66. Darko Brasanac mencatatkan nama di papan score lewat sontekan kaki kanan.

Permainan jalan panas selama sisa pertandingan. Tetapi, score 2-1 untuk kemenangan Real Madrid bertahan sampai wasit meniup peluit sinyal kompetisi selesai.

Susunan pemain :

Real Madrid (4-4-2) : 13- Kiko Casilla ; 19-Achraf Hakimi, 4-Sergio Ramos, 14-Casemiro, 15-Theo Hernandez ; 24-Dani Ceballos, 18-Marcos Llorente, 23-Mateo Kovacic (8-Toni Kroos 62′), 11-Gareth Bale ; 9-Karim Benzema (20-Marco Asensio 62′), 21-Borja Mayoral.

Pelatih : Zinedine Zidane

Leganes (4-2-3-1) : 1-Pichu Cuellar ; 20-Joseba Zaldua, 3-Unai Bustinza, 22-Dimitrios Siovas, 15-Diego Rico ; 21-Ruben Perez, 24-Darko Brasanac (18-Naranjo 90′) ; 10-Nabil El Zhar, 8-Gabriel, 7-Nordin Amrabat (17-Javier Eraso 90′) ; 9-Miguel Guerrero (12-Claudio Beauvue 62′).

Pelatih : Clarence Seedorf

Mohamed Salah: Malam pria Liverpool yang ‘fenomenal’ mengalahkan Roma

Mohamed Salah tidak merayakan salah satu golnya melawan mantan klubnya. Mohamed Salah bernama Pemain Sepak Bola Profesional Tahun Ini, Minggu. Dua hari kemudian, dia membuktikan dirinya sebagai salah satu yang terbaik di Eropa. Langkah selanjutnya: dunia?

Pada malam Eropa yang mengesankan di Anfield, Mesir mencetak dua gol dan membuat dua gol lagi saat Liverpool mengalahkan Roma 5-2 di leg pertama semifinal Liga Champions mereka.

Dia sekarang memiliki 43 gol dalam 47 penampilan musim ini – rekor yang tidak terlihat keluar dari tempat di sebelah pemain menyerang elit dalam permainan: Lionel Messi, Cristiano Ronaldo dan Neymar.

Dan ada panggilan baginya untuk menjadi pemenang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepakbola.

“Anda harus memberinya Ballon d’Or,” mantan pemain tengah Wales Robbie Savage mengatakan kepada BBC Radio 5 langsung menyusul gol kedua Salah pada Selasa. “Dia itu bagus.

“Lupakan Pemain PFA of the Year, berikan saja dia Ballon d’Or.”

Mantan striker Liverpool Robbie Fowler, yang dinominasikan untuk penghargaan pada tahun 1996, menggambarkan Salah sebagai “pemain fenomenal”.

“Bentuk dan keyakinan dia ada di saat ini, untuk memiliki kelas dan gaya untuk mencetak gol-gol itu hanya berbicara tentang ukuran pria itu,” kata Fowler kepada BBC Radio 5 live.

“Orang yang kita semua bicarakan sebelum pertandingan; pria untuk acara besar.”

Dan kesempatan besar itu terus berdatangan. Jika Liverpool dapat menyelesaikan pekerjaan di Roma, final Liga Champions di Kiev mengundang.

Hanya beberapa minggu kemudian, Salah akan membawa bakatnya ke panggung global, ketika dia memelopori serangan Mesir di Piala Dunia di Rusia.

Statistik yang terus membaik

Salah adalah pemain Afrika pertama dalam sejarah yang mencetak setidaknya sembilan gol dalam satu musim Piala Eropa / Liga Champions.
Dia telah mencetak gol di masing-masing dari lima masa lalu Liga Champions – satu-satunya pemain Reds yang mencetak gol dalam lima berturut-turut sebelum pertandingan Roma adalah Steven Gerrard antara Oktober 2007 dan Februari 2008
Jarak Salah dari 43 gol adalah yang paling oleh setiap pemain di semua kompetisi di lima liga top Eropa musim ini.
Dia telah melampaui Inggris pahlawan Piala Dunia 1966 pemenang Roger Hunt (42) dalam hal gol dalam satu musim untuk Liverpool. Hanya Ian Rush yang telah mencetak lebih banyak (47).
Salah telah mencetak 10 gol di Liga Champions musim ini – yang paling banyak, bersama dengan Roberto Firmino, oleh pemain Liverpool dalam satu musim di kompetisi Eropa.
Pemain asal Mesir itu hanyalah pemain kelima dalam sejarah Liga Primer yang terlibat dalam lebih dari 40 gol dalam satu musim (31 gol, sembilan assist). Alan Shearer (47 tahun 1994-95), Andrew Cole (47 tahun 1993-94), Thierry Henry (44 tahun 2002-03) dan Luis Suarez (43 tahun 2013-14) adalah yang lain.

Bagaimana Salah dibandingkan dengan yang terbaik
Real Madrid maju Ronaldo, frontman Barcelona Messi dan penyerang Paris St-Germain Neymar dianggap sebagai pesepakbola terbaik di dunia, tapi bagaimana nasib mereka di musim ini jika dibandingkan dengan Salah?

‘Dia kelas dunia’ – Klopp

Berbicara setelah pertandingan Selasa, manajer Liverpool Jurgen Klopp mengatakan Salah adalah “kelas dunia” tetapi mungkin bukan yang terbaik di dunia dulu.

“Untuk menjadi yang terbaik di dunia mungkin Anda harus melakukannya untuk jangka waktu yang lebih lama,” kata Klopp.

“Gol pertamanya adalah pemogokan jenius, dia mencetak beberapa gol seperti itu. Gol kedua juga merupakan permainan hebat.

“Dia dalam kondisi yang luar biasa bagus. Dia adalah pemain fantastis yang sangat kami senangi. Pemain yang hebat!”

Salah bergabung dengan The Reds seharga 34 juta poundsterling pada musim panas dari Roma, tetapi Klopp tidak akan mengakui hasil Selasa bisa berbeda dengan pemain sayap itu tetap bertahan.

“Jika Neymar tidak pergi ke PSG, maka Phil Coutinho masih ada di sini. Hanya jika, jika, jika,” kata Klopp.

Berbicara pada BT Sport, mantan kapten Liverpool Steven Gerrard mengatakan Salah adalah “pemain terbaik di planet ini sekarang”.

‘Ajaib’ – Tanggapan para pakar terhadap malam yang sensasional
Komentator Alan Green di Radio 5 hidup: “Saya harus malu untuk mengambil uang untuk bekerja malam ini. Terima kasih.”

Mantan gelandang Liverpool Steve McManaman di BT Sport: “Ini seperti berjalan-jalan di taman. Saya kagum dengan pertunjukan malam ini. Benar-benar tidak bisa dipercaya! Anda tidak bisa percaya!”

Ketua tim sepakbola BBC Phil McNulty: “Sadio Mane mungkin telah membiarkan Roma melarikan diri tetapi tidak ada kesempatan Mo Salah membuat kesalahan yang sama – dua bit penyelesaian magis dari Mesir.”

Wayne Rooney harus masuk ke kotak lebih banyak, kata Sam Allardyce

Wayne Rooney telah memiliki pembicaraan yang jelas dengan Sam Allardyce, manajer Everton, pekan ini setelah kemarahannya digantikan Liverpool.
Sam Allardyce telah mengatakan kepada Wayne Rooney untuk meningkatkan kehadirannya di area penalti oposisi setelah pembicaraan bersih-bersih pekan ini dengan mantan kapten king4d Inggris itu.

Rooney tidak menyamarkan amarahnya karena digantikan saat hasil imbang tanpa gol dengan Liverpool Sabtu lalu, ketika pemain berusia 32 tahun itu ditarik pada menit ke-57 oleh Allardyce untuk pertandingan kedua secara berturut-turut. Manajer Everton, yang menegaskan dia tidak memiliki masalah dengan reaksi Rooney, menjelaskan bahwa dia menginginkan “lebih banyak kaki” di lini tengah tetapi percaya striker tetap lebih cocok untuk peran yang lebih dalam. Allardyce, bagaimanapun, juga ingin Rooney untuk menyerang lebih banyak, dengan pencetak gol terkemuka tim telah gagal menemukan target sejak kekalahan Swansea City pada 18 Desember.

“Dengan pengalamannya, dia harus turun lebih dalam dan memberikan gol tetapi saya pikir dia harus masuk ke kotak lebih banyak,” kata manajer Everton, yang timnya melakukan perjalanan ke Swansea pada hari Sabtu. “Dia belum pernah mencetak gol sejak Swansea dan tidak mencetak gol dari pertandingan terbuka sejak Newcastle [13 Desember] dan saya ingin dia meneruskan sedikit lagi. Tentu saja dalam permainan kami lebih mengontrol dan menyerang lebih banyak saya ingin dia lebih jauh di atas lapangan tetapi dia juga salah satu pelintas terbaik kami. Saya ingin kombinasi itu menjadi lebih besar, tentu saja dari sudut pandang tujuan. ” klik buku mimpi

Rooney telah mencetak 11 gol musim ini – tiga dari titik penalti – dengan pencetak tertinggi kedua Oumar Niasse Everton dengan delapan.

Allardyce menambahkan: “Kami hanya memiliki Wayne dalam angka ganda dan itu karena penalti. Jika Anda akan masuk ke Eropa, Anda tidak bisa sampai di sana tanpa dua pemain masuk ke angka ganda – minimum – jadi itu adalah perjuangan besar tahun ini. Kami belum punya siapa pun yang mendekati mencetak jumlah gol yang [Romelu] Lukaku dapatkan tahun lalu dan itu sebabnya pembelaan kami harus jauh lebih baik. Tidak perlu seorang manajer berpengalaman seperti saya untuk menyelesaikannya. ”

Pep Guardiola dikalahkan oleh tes unik Liverpool di Anfield

Pep Guardiola dikalahkan oleh tes unik Liverpool di Anfield – Liverpool menghasilkan penampilan keras pada babak pertama untuk mengejutkan Manchester City 3-0 di leg pertama perempat final Liga Champions mereka. Pep Guardiola telah mendapat begitu banyak musim ini tetapi sulit untuk menghindari perasaan bahwa dia salah di Anfield, tulis Adam Bate.

Liverpool adalah Liverpool. Muncul hingga sebelas. Mereka bermain dengan intensitas dan menekan City di seluruh lapangan. Sudah banyak yang diharapkan. Apa yang sedikit diantisipasi adalah bahwa City akan sekali lagi membuktikan sepenuhnya tidak mampu mengatasi tekanan ini ketika tim tuan rumah berhasil mendorong kesalahan setelah kesalahan dari pemain Pep Guardiola.

Dazzling Liverpool stun City
Penampilan Liverpool pada paruh pertama menempatkan mereka di posisi terdepan untuk maju ke semi final Liga Champions.

Ini menyimpulkan modus operandi Liverpool bahwa dua gol pertama berasal dari tekel. Kyle Walker dirampok oleh Roberto Firmino sehingga Mohamed Salah mendapat kesempatan untuk mencetak gol pembuka. Ilkay Gundogan tidak mau bertarung 50-50 dengan James Milner segera setelah itu dan yang melihat bola istirahat ke Alex Oxlade-Chamberlain yang menghancurkannya ke gawang.

Kota kehilangan ketenangan. Nicolas Otamendi menyerang lapangan dan dikuasai. Aymeric Laporte entah bagaimana dibikin untuk menunjukkan Salah ke kaki kirinya dan mendorongnya untuk menyeberang. Sadio Mane sepatutnya membuatnya 3-0. Masih ada banyak waktu untuk kembali tetapi sebaliknya City gagal melakukan tembakan pada target untuk pertama kalinya dalam hampir 18 bulan di bawah Guardiola.

Klopp telah menjadi bête noir-nya. Guardiola telah mengalahkannya hanya sekali dalam enam upaya terakhirnya dengan Jerman yang telah mendaftarkan lebih banyak kemenangan melawannya daripada manajer lainnya. Itu bukan suatu kebetulan. Gaya membuat perkelahian dan dengan tujuh gol dalam dua pertandingan terakhirnya melawan Guardiola, Klopp telah menemukan cara untuk memberikan pukulan KO pada transisi.

Dapatkan Sky Sports Dapatkan tiket Sky Sports
Kota kehilangan bola pada 177 kesempatan pada Rabu malam – lebih dari pada pertandingan lain musim ini. Bahkan, lebih dari pada pertandingan lain yang pernah di bawah Guardiola, dengan pengecualian satu – the Boxing Day 2016 kekalahan ke Liverpool di Anfield. Ini bentrokan gaya jelas mendukung pendeta agung gegenpressing.

Manajer Manchester City telah dipuji sepanjang musim dan memang demikian. Pihaknya masih berada di jalur untuk memecahkan rekor poin Premier League dan mereka telah melakukannya dengan secara konsisten bermain sepak bola kualitas yang jarang terlihat sebelumnya di pantai ini. Tapi itu hanya menggarisbawahi mengapa ini adalah penampilan yang sangat mengecewakan – di lapangan dan di ruang istirahat.

Keputusan untuk memainkan Gundogan di depan Raheem Sterling adalah sesuatu yang mengejutkan. Dengan absennya Sergio Aguero karena cedera, pemain sayap ini tidak hanya mencetak lebih banyak gol musim ini daripada pemain mana pun yang tersedia untuk Guardiola, tetapi ia juga datang ke pertandingan ini melawan mantan klubnya dalam bentuk yang bagus setelah mencetak gol dalam kemenangan besar atas Everton di akhir pekan.